Skip to Content
Loading...
Mu'allim Reza
Mu'allim Reza
Online
Assalamu'alaikum 👋
Ada yang bisa dibantu?

Nilai dan Cita-Cita: Dua Pilar Penting dalam Menumbuhkan Motivasi dan Refleksi Diri Siswa


Oleh: Nazwa (Siswi Kelas IX SMP Islam Plus An-Nahdhah)


Menjadi seorang pelajar tidak selalu mudah. Ada saat-saat merasa semangat, tetapi ada juga waktu di mana lelah, bosan, bahkan ingin menyerah. Dari berbagai pengalaman selama belajar di sekolah, saya menyadari bahwa ada dua hal penting yang selalu mengingatkan saya untuk tetap bertahan dan berusaha, yaitu nilai dan cita-cita.


Nilai Mengajarkan Saya tentang Usaha

Bagi sebagian orang, nilai mungkin hanya angka di rapor. Namun bagi saya, nilai adalah hasil dari usaha yang sudah saya lakukan. Saat mendapatkan nilai yang baik, saya merasa senang karena kerja keras saya terbayar. Sebaliknya, ketika nilai belum memuaskan, saya belajar untuk tidak langsung putus asa.

Nilai mengajarkan saya bahwa:

  • Tidak semua hasil datang secara instan,
  • Kesalahan adalah bagian dari proses belajar,
  • Setiap kegagalan bisa menjadi pelajaran untuk berusaha lebih baik.

Dari nilai, saya belajar untuk jujur pada diri sendiri, apakah saya sudah belajar sungguh-sungguh atau belum.


Cita-Cita Memberi Saya Alasan untuk Bertahan

Di saat merasa lelah belajar, saya selalu mencoba mengingat satu hal: cita-cita saya. Cita-cita membuat saya punya tujuan dan harapan. Saya percaya bahwa setiap pelajaran yang saya pelajari hari ini adalah bekal untuk masa depan saya nanti.

Dengan memiliki cita-cita, saya menjadi:

  • Lebih termotivasi untuk belajar,
  • Tidak mudah menyerah ketika menemui kesulitan,
  • Lebih menghargai waktu dan kesempatan.

Cita-cita tidak harus langsung tercapai sekarang, tetapi harus terus diingat agar langkah kita tidak salah arah.


Belajar untuk Merenung dan Memperbaiki Diri

Nilai dan cita-cita juga mengajarkan saya untuk melakukan refleksi diri. Saya belajar bertanya pada diri sendiri:
Apa yang sudah saya lakukan hari ini? Apa yang perlu saya perbaiki besok?

Dengan refleksi, saya menjadi lebih sadar bahwa:

  • Setiap hari adalah kesempatan untuk belajar,
  • Kekurangan bukan untuk disesali, tetapi diperbaiki,
  • Proses jauh lebih penting daripada hasil semata.


Peran Guru dan Orang Tua dalam Perjalanan Saya

Saya merasa bersyukur belajar di lingkungan yang selalu mendukung. Guru-guru tidak hanya mengajarkan pelajaran, tetapi juga memberi nasihat dan motivasi. Orang tua pun selalu mengingatkan agar saya tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga menjaga sikap dan akhlak.

Dari mereka, saya belajar bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari usaha, kejujuran, dan doa.


Penutup

Bagi saya, nilai dan cita-cita adalah dua hal yang saling melengkapi. Nilai mengingatkan saya pada usaha yang sudah dilakukan, sedangkan cita-cita mengingatkan saya ke mana saya harus melangkah.

Sebagai siswi kelas IX yang sedang mempersiapkan diri menghadapi masa depan, saya percaya bahwa selama kita terus berusaha, berdoa, dan tidak berhenti belajar, setiap langkah kecil hari ini akan berarti besar di kemudian hari.

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?