- Diposting oleh : smpip an-nahdhah
- pada tanggal : Januari 11, 2026
Oleh: Nazwa (Siswi Kelas IX SMP
Islam Plus An-Nahdhah)
Menjadi seorang pelajar tidak selalu
mudah. Ada saat-saat merasa semangat, tetapi ada juga waktu di mana lelah,
bosan, bahkan ingin menyerah. Dari berbagai pengalaman selama belajar di
sekolah, saya menyadari bahwa ada dua hal penting yang selalu mengingatkan
saya untuk tetap bertahan dan berusaha, yaitu nilai dan cita-cita.
Nilai Mengajarkan Saya tentang Usaha
Bagi sebagian orang, nilai mungkin
hanya angka di rapor. Namun bagi saya, nilai adalah hasil dari usaha yang sudah
saya lakukan. Saat mendapatkan nilai yang baik, saya merasa senang karena
kerja keras saya terbayar. Sebaliknya, ketika nilai belum memuaskan, saya
belajar untuk tidak langsung putus asa.
Nilai mengajarkan saya bahwa:
- Tidak semua hasil datang secara instan,
- Kesalahan adalah bagian dari proses belajar,
- Setiap kegagalan bisa menjadi pelajaran untuk berusaha
lebih baik.
Dari nilai, saya belajar untuk jujur
pada diri sendiri, apakah saya sudah belajar sungguh-sungguh atau belum.
Cita-Cita Memberi Saya Alasan untuk Bertahan
Di saat merasa lelah belajar, saya
selalu mencoba mengingat satu hal: cita-cita saya. Cita-cita membuat
saya punya tujuan dan harapan. Saya percaya bahwa setiap pelajaran yang saya
pelajari hari ini adalah bekal untuk masa depan saya nanti.
Dengan memiliki cita-cita, saya
menjadi:
- Lebih termotivasi untuk belajar,
- Tidak mudah menyerah ketika menemui kesulitan,
- Lebih menghargai waktu dan kesempatan.
Cita-cita tidak harus langsung
tercapai sekarang, tetapi harus terus diingat agar langkah kita tidak salah
arah.
Belajar untuk Merenung dan Memperbaiki Diri
Nilai dan cita-cita juga mengajarkan
saya untuk melakukan refleksi diri. Saya belajar bertanya pada diri
sendiri:
Apa yang sudah saya lakukan hari ini? Apa yang perlu saya perbaiki besok?
Dengan refleksi, saya menjadi lebih
sadar bahwa:
- Setiap hari adalah kesempatan untuk belajar,
- Kekurangan bukan untuk disesali, tetapi diperbaiki,
- Proses jauh lebih penting daripada hasil semata.
Peran Guru dan Orang Tua dalam Perjalanan Saya
Saya merasa bersyukur belajar di
lingkungan yang selalu mendukung. Guru-guru tidak hanya mengajarkan pelajaran,
tetapi juga memberi nasihat dan motivasi. Orang tua pun selalu mengingatkan
agar saya tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga menjaga sikap dan akhlak.
Dari mereka, saya belajar bahwa
kesuksesan tidak hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari usaha,
kejujuran, dan doa.
Penutup
Bagi saya, nilai dan cita-cita
adalah dua hal yang saling melengkapi. Nilai mengingatkan saya pada usaha
yang sudah dilakukan, sedangkan cita-cita mengingatkan saya ke mana saya harus
melangkah.
Sebagai siswi kelas IX yang sedang mempersiapkan diri menghadapi masa depan, saya percaya bahwa selama kita terus berusaha, berdoa, dan tidak berhenti belajar, setiap langkah kecil hari ini akan berarti besar di kemudian hari.
